3 Aspek Penting dalam SBU Konstruksi 2022

SBU Konstruksi 2022 – Menyusul peraturan baru yang ditetapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengenai perizinan jasa konstruksi, SBU konstruksi 2022 kembali menjadi perbincangan hangat banyak kalangan.

Namun begitu, perubahan peraturan tersebut sesungguhnya tidak memiliki perbedaan yang berarti. Hanya cara membuat SBU konstruksi 2022 dan beberapa ketentuan kecil saja berubah, selain itu, esensinya tetap sama.

3 Aspek Penting dalam SBU Konstruksi 2022
3 Aspek Penting dalam SBU Konstruksi 2022

Pengertian SBU dan Fungsinya

Sertifikat Badan Usaha atau SBU adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh pemerintah sebagai bukti kelayakan dan profesionalitas sebuah perusahaan konstruksi. Tanpa dokumen ini, usaha konstruksi dinyatakan ilegal dan tidak memiliki ruang untuk berkembang di Indonesia.

SBU jasa konstruksi 2022 diterbitkan oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dibawah pengawasan Menteri PUPR. SBU berlaku selama 3 tahun dengan kewajiban registrasi ulang oleh badan usaha setiap tahunnya. Setiap 3 tahun, perusahaan harus Perpanjang SBU 2022.

Fungsi SBU Konstruksi

Lalu, apa saja fungsi dari SBU konstruksi 2022? Sepenting apakah sehingga Anda harus memilikinya? Berikut penjelasannya:

1. Badan Usaha Memiliki Payung Hukum

Dengan memiliki bukti legalitas, sebuah badan usaha memiliki perlindungan di mata hukum yang sah. Tentu hak hukum ini sangat penting untuk melindungi perusahaan dari pihak-pihak yang memiliki niat jahat terhadap badan usaha.

2. Bukti Kepemilikan yang Sah

Adanya persoalan sengketa pada sebuah badan usaha tentu bukanlah kasus asing di telinga. Perebutan kepemilikan hingga saham sering menjadi berlarut-larut karena tidak adanya sertifikat sah yang mengatur ketetapan tersebut.

Memiliki SBU konstruksi yang terbaru adalah langkah antisipasi terbaik terhadap adanya kemungkinan persengketaan.

3. Bukti Kompetensi Perusahaan

Salah satu persyaratan SBU konstruksi 2022 yang wajib dipenuhi oleh badan usaha adalah Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) tenaga kerja. SKK adalah surat resmi sebagai bukti profesionalitas tenaga kerja dalam bidang konstruksi.

SKK sendiri memiliki 7 jenjang SKK konstruksi, meliputi tingkat operator, teknisi atau analis, dan ahli. Masing-masing tingkat akan menempati kedudukan yang sesuai sehingga perusahaan dikelola dengan berimbang dan profesional.

Dengan memiliki SBU, secara otomatis perusahaan sudah memiliki tenaga kerja yang kompeten dalam bidang konstruksi. Belum lagi ditambah berbagai persyaratan lain yang menyangkut kelayakan alat operasional, ISO, laporan keuangan, dan lain sebagainya.

4. Syarat Mengikuti Tender

Perusahaan konstruksi bisa mendapatkan proyek pembangunan melalui forum lelang tender. Dalam pertemuan tersebut, setiap perusahaan konstruksi menawarkan desain dan jasa terbaik mereka. Perusahaan yang terpilih bisa disebut pemenangan dapat menggarap tender tersebut.

Lelang tender hanya dapat diikuti oleh perusahaan konstruksi yang sudah daftar SBU konstruksi 2022. Tanpa sertifikat tersebut, perusahaan tidak bisa mendapatkan proyek sehingga sulit untuk berkembang.

5. Syarat Kerja Sama dengan Pihak Asing

Selain mengikuti forum tender, badan usaha konstruksi juga perlu mengadakan kerja sama dengan pihak-pihak lain seperti joint venture atau joint operation. Peluang seperti ini penting untuk diikuti. Semakin banyak projek dan kerja sama yang pernah dilakukan, tentu makin baik.

Dasar dan Payung Hukum

Berbagai ketentuan soal SBU, diatur oleh pasal dan undang-undang hukum. Untuk menyelami seluk beluk SBU Konstruksi 2022 lebih dalam, kita akan membedah pasal-pasal landasannya secara langsung:

1. Peraturan Pemerintah (PP) no 5 th. 2021

Peraturan ini membahas tentang penyelenggaraan perizinan bagi usaha-usaha yang berbasis risiko, contoh SBU. Perusahaan konstruksi memiliki risiko kerja jauh lebih tinggi daripada jenis usaha lain sehingga membutuhkan prosedur perizinan khusus yang lebih kompleks.

2. Surat Edaran (SE) nomor 30/SE/M/2020

Edaran ini diterbitkan oleh Menteri PUPR, menjelaskan tentang kebijakan transisi layanan SBU dan SKK Kontruksi. Surat ini diterbitkan sejak tanggal 30 Desember 2020 dan masih berlaku sampai sekarang.

Adapun landasan hukum dari surat edaran ini adalah Undang-Undang, Peraturan Presiden (Perpres), Keputusan Presiden (Kepres), Peraturan Pemerintah (Permen), dan Keputusan Menteri (Kepmen) tahun 2017 dan 2020.

Perubahan terkait prosedur SBU sedikit menyebabkan pro dan kontra, terutama pembubaran LPJK di daerah-daerah. Banyak kalangan mempertanyakan, Kenapa LPJK dibubarkan di daerah? Kendati dampak yang timbul sangat besar, tidak ada klarifikasi resmi dari Menteri.

Selain dua pasal utama di atas, sebenarnya masih banyak lagi peraturan mengenai SBU 2022. Biasanya, perusahaan konstruksi besar akan menyewa seorang SBU konsultan untuk memahami seluruh peraturan terkait perizinan tersebut.

Mengenal 7 Klasifikasi SBU 2022

Kini, Anda mungkin masih bertanya-tanya, bidang apa saja yang masuk dalam pengurusan SBU Konstruksi 2022? Perlu diketahui, terdapat 7 klasifikasi bidang konstruksi yang berada di bawah naungan perizinan SBU dari LPJK.

Saat ini, pengajuan SBU bisa dilakukan melalui dua cara. Pertama, datang langsung ke kantor LPJK. Kedua, melakukan registrasi online di situs Sistem Informasi Konstruksi Indonesia atau SIKI LPJK Registrasi Tenaga Kerja.

Adapun 7 klasifikasi SBU tersebut secara umum adalah sebagai berikut:

  1. SBU bidang pembangunan gedung (hunian, perkantoran, industri, kesehatan, pendidikan, perbelanjaan, penginapan, dll);
  2. SBU bangunan sipil (jembatan, jalan, rel, bangunan sarana pengolahan berbagai jenis limbah, jaringan irigasi, pengolahan air bersih, pelabuhan perikanan, pertambangan, dll);
  3. SBU bidang Spesialis (konstruksi prapabrikasi bangunan dan praprabrikasi bangunan sipil);
  4. SBU spesialis persiapan (pengerukan, pembongkaran bangunan, pengeboran, survey lapangan, pemasangan perancah, pekerjaan tanah, utilitas, dll);
  5. SBU spesialis penyelesaian bangunan (pemasangan aluminium atau kaca, pengerjaan lantai dan dinding, pekerjaan seni, pertamanan dan vegetasi, konstruksi kedap suara, dll);
  6. SBU spesialis konstruksi khusus (pondasi, lapis beton, aspal, rangka dan atap, terowongan, tanah api, pemasangan rangka baja, dll);
  7. SBU spesialis instalasi (mekanikal, infrastruktur pertambangan, saluran air, sinyal dan rambu jalan raya, dll)

Demikian ulasan lengkap mengenai SBU Konstruksi 2022. Penjelasan sudah meliputi pengertian, fungsi, dasar hukum, serta kualifikasi perizinan SBU. Semoga bermanfaat bagi pembaca. 

SulthanQ.com Menjadi "One Stop Services" dalam layanan Pembinaan, Pelatihan, Sertifikasi, dan Layanan Jasa Lainnya bagi dunia usaha dalam rangka berperan aktif menyampaikan regulasi pemerintah.

Kirim Pesan
Halo, ada yang bisa dibantu?
ada yang bisa kami bantu?